<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Soul of Pradifta</title>
	<atom:link href="http://soulofpradifta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soulofpradifta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Apr 2009 02:33:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='soulofpradifta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/957846db737f1736139f09e88940a906?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Soul of Pradifta</title>
		<link>http://soulofpradifta.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Aku dan Persahabatan</title>
		<link>http://soulofpradifta.wordpress.com/2009/04/05/aku-dan-persahabatan/</link>
		<comments>http://soulofpradifta.wordpress.com/2009/04/05/aku-dan-persahabatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 02:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulofpradifta</dc:creator>
				<category><![CDATA[My DaY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulofpradifta.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yg gw tau ketika terbangun dari tidur ialah, teringat akan yang namanya persahabatan. Entah kenapa, gw agak khawatir mendengar kata-kata itu. Alasannya, jalinan komunikasi yang akhir-akhir ini agak tersendat antara gw dan temen-temen. Ceritanya di awali ketika dulu kelas 3 SMA di daerah bilangan Kemang, gw bersama 3 orang sahabat gw yang berinisial [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=24&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Satu hal yg gw tau ketika terbangun dari tidur ialah, teringat akan yang namanya persahabatan. Entah kenapa, gw agak khawatir mendengar kata-kata itu. Alasannya, jalinan komunikasi yang akhir-akhir ini agak tersendat antara gw dan temen-temen. Ceritanya di awali ketika dulu kelas 3 SMA di daerah bilangan Kemang, gw bersama 3 orang sahabat gw yang berinisial EH, RA, IM merajut pertemanan hingga sekarang, yang awalnya cuma sekedar jalan bareng ke BLOK M untuk nyari kaset. Kita berempat mempunyai karakter yang berbeda.<br />
RA yang mempunyai karakter pendiam tapi agresif, EH yang cuek sama sekelilingnya apalagi kalo udah menyentuh komputer, IM sang pujangga kita yang kadang berlebihan dan gw yang mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi, tapi sensitif hehehehe. Semuanya terjalin sedemikian rupa hingga setiap minggunya kita mesti ngusahain ketemu walopun cuma sekedar ngobrol-ngobrol. Kita mempunyai harapan, kalo kelak salah satu dari kita ada yang nikah maka wajib di kasih kado bergilir yang akan di simpan sama orang yang nikahnya paling terakhir di antara kita hahahaha, lucu juga kalo ngenang masa lalu sampe hal yang paling kecil aja di perhatiin dan mengundang perdebatan, bahkan nggak jarang kita ngambek-ngambekan tapi kalo masalahnya udah selesai, abis itu baikan lagi. <span id="more-24"></span><br />
Cuma setelah kita dah lulus kuliah (tinggal Irwan yg belum slesai), apalagi akhir-akhir ini sibuk sama urusan pribadi dan pekerjaan kita jadi jarang ngumpul. Kalopun mau ngumpul pasti bentrok terus jadwalnya, di tambah lagi komunikasi kurang lancar. Jadi khawatir lah gw sekarang, mau di bawa kemana persahabatan ini. Kalo mau jujur, kayanya hambar aja, biasanya tiap hari minggu sering ngumpul di rumahnya RA, sekarang udah jarang karena kesibukan. Uwh, tapi di balik semua itu pasti ada nilai positifnya. Ya setidaknya kita jadi tau bahwa sebenarnya kita saling membutuhkan. Udah menjadi kebutuhan setiap manusia di dunia, bahwa dia membutuhkan rasa kasih sayang dari sahabat sekitar selain dari pasangannya.<br />
Mungkin dengan adanya parmasalahan tersebut bisa menjadikan hal ini proses pendewasaan diri kita dalam mengarungi kehidupan yang fana ini. Udah dulu ah nulisnya nanti gw sambung lagi, laper banget pengen sarapan. Walaupun sebenernya masih banyak yang pengen gw ceritaiin, ini baru gambaran umum aja. <!--more--></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulofpradifta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulofpradifta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulofpradifta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulofpradifta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulofpradifta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulofpradifta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulofpradifta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulofpradifta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulofpradifta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulofpradifta.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=24&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulofpradifta.wordpress.com/2009/04/05/aku-dan-persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e882315f827b11540ba9d428031f25e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulofpradifta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MuAk&#8230;&#8230;..</title>
		<link>http://soulofpradifta.wordpress.com/2009/03/01/muak/</link>
		<comments>http://soulofpradifta.wordpress.com/2009/03/01/muak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 01:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulofpradifta</dc:creator>
				<category><![CDATA[My DaY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulofpradifta.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[udah lama ga ngisi blog, krn sibuk sm diri sendiri. pastinya sih males, he3. uwh pagi2 gini dah browsing internet. mpe lupa sarapan. by the way, gw lg muak akhir2 ini sama wajah perpolitikan Indonesia dari terbunuhnya ketua DPRD di SUMUT beberapa waktu lalu mpe kampanye2 para CALEG yg menurut gw justru hampir semuanya menunjukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=22&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>udah lama ga ngisi blog, krn sibuk sm diri sendiri. pastinya sih males, he3. uwh pagi2 gini dah browsing internet. mpe lupa sarapan. by the way, gw lg muak akhir2 ini sama wajah perpolitikan Indonesia dari terbunuhnya ketua DPRD di SUMUT beberapa waktu lalu mpe kampanye2 para CALEG yg menurut gw justru hampir semuanya menunjukan kadar ketidaklayakan mereka untuk dpilih menjadi anggota parlemen. semua itu dibalut atas nama Demokrasi yg dpt di artiin dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. dalam hati gw berfikir apakah kl kita ingin membentuk daerah yg otonom kita harus sampai mengorbankan Ketua DPRD hingga dia meninggal. jikalau begitu bukankah kita telah mencemarkan nama baik Demokrasi. suka tidak suka  dalam sebuah sistem politik demokrasi, lembaga parlemen merupakan pengejewantahan aspirasi Rakyat. jadi apabila lembaga tersebut di nodai oleh suatu tindakan Anarkis, hampir dapat dipastikan bahwa tindakan tersebut telah membuat catatan hitam kepada sistem perpolitikan di Indonesia. apalagi hal tersebut telah memakan korban seorang ketua DPRD yg merupakan simbol kekuasaan lembaga tertinggi di tingkat Daerah. dari sini aj gw rasa orang2 yg bertindak anarkis tersebut tidak mengerti akan nilai2 Demokrasi. lalu bagaimana mungkin orang yg telah memperjuangkan suatu daerah dengan cara anarkis dapat dibiarkan memimpin suatu daerah tersebut. bukankah dari sini dapat terlihat bahwa perjuangan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi agar mendapatkan kekuasaan di suatu daerah baru yg mereka perjuangkan. sunguh sangat memuakkan. ditambah lagi cara bagaimana para CALEG dalam berkampanye yg ga menunjukan kewibawaannya sebagai seorang calon pemimpin. liat aja dijalan2 protokoler dimana2 jalanan itu dipenuhi oleh spanduk2 CALEG yg menurut gw cuma ngotor2in jalanan aja. udah macet ditambah lagi mesti ngeliat tampang2 para CALEG yg dari senyumnya aja keliatan dipaksain. bukannya malah seneng malah tambah pengap gw ngeliatnya. hahahhaa, jadi dari sini apakah Demokrasi kita merupakan Demokrasi ngotorin jalanan. kasian banget tuh Demokrasi selalu jadi kambing hitam yg digunakan individu atau sekelompok orang yg haus kekuasaan untuk mendapatkan kekuasaan. alangkah lebih baiknya jikalau Individu atau kelompok itu lebih menekankan kegiatan guna berkarya demi kemajuan rakyat contohnya membuat pelatihan2 sosialauntuk membimbing rakyat kecil agar mereka cerdas bukannya malah di kasih uang untuk memobolisasi massa untuk tujuan tertentu. udah ah ngomongin politik ga ada abisnya, nti aj dterusin lagi. sekarang gw mau sarapan trus mandi biar ga dicerewetin sama Neeboo, hehehehehe. setelah itu baru memulai aktivitas kehidupan lagi walau sekarang ini hari libur. lebih baik memulai hari dengan cara beraktivitas yg positif daripada hanya duduk diam sambil bermalas2an drmh&#8230;&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulofpradifta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulofpradifta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulofpradifta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulofpradifta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulofpradifta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulofpradifta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulofpradifta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulofpradifta.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulofpradifta.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulofpradifta.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=22&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulofpradifta.wordpress.com/2009/03/01/muak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e882315f827b11540ba9d428031f25e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulofpradifta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjamuan Pradifta&#8230;. Part 3</title>
		<link>http://soulofpradifta.wordpress.com/2008/12/16/perjamuan-pradifta-part-3/</link>
		<comments>http://soulofpradifta.wordpress.com/2008/12/16/perjamuan-pradifta-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 07:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulofpradifta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jeritan Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulofpradifta.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Terbujur kaku, tanpa mengerti semua yang telah terjadi. Yang ada hanya tatapan penuh kesinisan melihat berbagai macam bentuk &#38; produk yang dihasilkan dari kapitalisme. Betul, diri bukan sosialisme, komunisme, fundamentalisme, fascisme, dan segala macam isme-isme lainnya. Aku adalah aku yang akan terus bereksperimen dengan substansi dari akar sebuah kehidupan. Walaupun kadang hal itu membuat derita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=20&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Terbujur kaku, tanpa mengerti semua yang telah terjadi. Yang ada hanya tatapan penuh kesinisan melihat berbagai macam bentuk &amp; produk yang dihasilkan dari kapitalisme. Betul, diri bukan sosialisme, komunisme, fundamentalisme, fascisme, dan segala macam isme-isme lainnya. Aku adalah aku yang akan terus bereksperimen dengan substansi dari akar sebuah kehidupan. Walaupun kadang hal itu membuat derita yang dirasakan batin, tapi tetap aku akan selalu tersenyum manis menjalaninya. Perjalanan sakral ini tidak semata-mata merupakan rangkaian realita di mana kontraksi-kontraksi timbul dan dipecahkan oleh kreativitas yang produktif. Akan tetapi hal ini memiliki rancangan intrinsik atau tujuan, yaitu sebuah hasrat untuk membentuk eksistensi seseorang menjadi keseluruhan yang penuh arti dan benar-benar luas yang akan memberikan kesatuan dan keutuhan sempurna bagi hidup aku. Lihatlah langit yang biru, bulan hanya mengintip dengan malunya ke arahku, dan bintang-bintang pun hanya memamerkan cahaya dibalik rasinya. Untuk apa semua itu???? Toh tidak dapat membahagiakanku. Sering terngiang ditelinga, para pujangga, sufi atau novelis mendefinisikan semua itu dengan lantang akan keindahannya, sampai-sampai kita terpana dan terhibur. Apakah benar semua itu ???</p>
<p>Perhatikanlah, walau adzan Shubuh kan berkumandang sebentar lagi, tetap tak bisa membuatku rindu akan belaian kemolekan mereka, yang ada hanya terus mempertanyakan makna dari sebuah eksistensi yang memperkosa diri secara berulang-ulang. Suatu perasaan mencekam yang dipenuhi oleh bumbu rahasia dihadapan friksi duniawi yang kejam dan khayalan belaka. Memang tak mudah untuk dipahami akan konjungsi-konjungsi didalam diri, yang bisa dilakukan ialah berkompromi dalam menghadapi tuntutan kompleksitas. Variabel yang membentuk peranan sentral jiwa yang sedang kelam, seperti sekarang ini. Aku memang bukan malaikat tetapi aku pun bukan iblis, lalu apakah aku manusia???</p>
<p><span id="more-20"></span>Jikalau memang begitu, berarti aku harus menganut agama yang rahmatan lil&#8217; alamin untuk menunjukkan ketaatanku kepada Yang Maha Kuasa agar tidak dijatuhkan pada jilatan api neraka seperti yang dijatuhkan Yang Maha Kuasa pada iblis. Owh, aku harus menuju cahaya terang itu, bukan dengan cara menari Darwis ataupun memuji-muji kalimat indahnya Tauhid. Akan tetapi membentuk kesesuaian tingkah, perilaku diri dan pikiran yang dihasilkan dari hati yang dilandaskan oleh ajaran-ajaran yang telah diturunkan melalui wahyu-Nya kepada para Rasul. Pola ini akan terus berlangsung sampai malaikat meniup sangsakala guna menuntun kita menuju keabadian surgawi. Kan ku korbankan seluruh ambisi pribadi kosong yang membuat keegoisanku merajalela dan menjadikanku seperti hidup kehilangan arah &amp; sendiri. Karena bukankah segala sesuatu yang telah kita lakukan &amp; terdapat pada kita merupakan akibat dari apa yang telah kita pikirkan dalam hati yaitu berdasarkan niatan hati dan dibentuk oleh akal pikiran dan di implementasikan melalui perbuatan.</p>
<p>Apabila seseorang berbicara atau bertindak dengan niatan jahat &amp; ingin mencelakakan, maka perasaan bersalah yang disertai penderitaan akan terus mengikuti &amp; menggelayuti tubuh. Seperti harus menahan beban yang berat, namun apabila seseorang berbicara atau bertindak dengan pikiran yang penuh kasih, maka kenyamanan akan mengikutinya seperti bayangan yang tidak pernah lepas meninggalkannya.</p>
<p>Aku mengerti dan faham akan semua itu, lalu bagaimana aku harus melewati hari demi hari yang penuh dengan tikungan terjal yang siap untuk menghancurkan diri. Sepertinya aku hanya sebuah tumbuhan liar yang berada di padang pasir yang tandus, yang digunakan kafilah sebagai pertanda bahwa disitu ada oase yang siap untuk menyegarkan dahaganya.</p>
<p>Dingin menusuk jantung, badai kecewa datang berulang-ulang, kemana harus mengadu. Lalui pengembaraan sunyi tuk menyingkap jati diri, lampiaskan depresi dengan bergelimang tahta dosa tuk mendapatkan perhatian Tuhan dalam kondisi dikejar perasaan sesal tersebut. Aku mencoba menghubungi beberapa orang karib, sangat disayangkan merekapun sibuk dengan dunianya sendiri. Hampir tidak pernah mempedulikan perasaan orang disekitarnya, yang ada hanya kepentingan tuk mendapatkan empati dari diri. Apakah aku harus menerima dengan lapang dada semua itu tanpa harus tahu dan boleh tahu apa arti dibalik tirai rantai berduri ini.</p>
<p>Huahahahahahaha&#8230;.. ku berteriak di kegelimangan lampu kota indah yang satu persatu mulai padam menandakan matahari akan terbit di sebelah timur. Melihat satu persatu manusia keluar dengan bersenda gurau dari rumah Tuhan. Disini, di tepi jalan ku terbaring tanpa ada yang memperhatikan, berjibaku sendiri melawan getir dunia sambil berujar dalam hati, dimana para manusia yang dikatakan sebagai makhluk paling mulia disisi Yang Maha Agung, yang lebih baik dari iblis atau jin atau malaikat sekalipun, tapi sayang banyak diantara mereka yang beribadah hanya untuk mengejar surga yang dijanjikan dan banyak diantara mereka yang tidak peka terhadap penderitaan disekitarnya.</p>
<p>Sehingga, tidak aneh jika masih banyak orang yang lebih menderita dari aku, misalnya tertekan karena tuntutan ekonomi kapitalistik yang mendera. Terasing dari kegemerlapan hiruk-pikuk modernisasi kehidupan. Tanpa bermaksud mengkambing hitamkan sesuatu, bukan karena tidak siap, bukan karena kondisi. Aku rasa keadaan seperti ini pula yang memposisikan begitu, tetapi karena banyaknya manusia yang menjadi boneka nafsubirahi untuk memonopoli segala sesuatunya. Hampir-hampir tidak ada waktu untuk mengenal lebih dalam lingkungan sekitarnya dengan kondisi seperti itu. Alangkah lebih baik jikalau aku menyimpan rapat segala bentuk permasalahan yang ada dalam aura panca indra.</p>
<p>Walaupun berharap masih ada orang yang mau menolong, membantu, dan menemani aku dari jurang kelam kehidupan ini. Jikalau memang tidak ada, maka aku akan tetap melanjutkan derik nafas ini dalam suatu pengembaraan hening guna menyongsong cerahnya matahari sambil dalam batin ku bergumam: <em>&#8220;tak gentar kan ku telusuri lorong-orong berisik, kukayuh perahu menuju samudera hidup, selami riak dalamnya tragedi keterasingan, karena hari esok adalah misteri, kemarin &amp; yang lalu tidak akan terulang. Hari ini adalah keraguan dan masa depan adalah harapan.&#8221;</em></p>
<p>Pada akhirnya biarkanlah asumsi dasar kegamangan yang terikat erat pada diri, mencoba terus menyesatkan. walau bagaimanapun hal ini merupakan penyeimbang &amp; penunjuk jalan agar tidak jatuh kepada jalur lingkaran setan yang perlu dilakukan ialah terus bercinta dengan sang Maha Kuasa karena hidup merupakan suatu kodrat dalam mengambil suatu keputusan &amp; pilihan tepat sehingga dapat direalisasikan dalam bentuk perbuatan. Ini menjadi instrumen yang harus dipegang teguh dalam merajut jalan pencerahan sekaligus menjaganya tetap dalam jalur mata hati yang membukakan pintunya agar dapat menuntunku masuk dan menembus dataran rimba makrifat. Uwh, betapa senangnya diri semalaman membiarkan terbang bersama angin laksana Rasulullah SAW yang mengembara pada malam Isra Mi&#8217;raj. Ku menerobos lorong batasan-batasan hierarkis yang membelenggu diri selama ini.</p>
<p>Terima kasih sesat pikir, kau telah menyadarkanku akan pengertian makna hidup yang selama ini ku menjalaninya dengan apa adanya tanpa arah dan terus berjibaku dengan kegelimangan khayal semata. Ku kuak misteri keberadaanku, semata-mata untuk menemukan jati diri dimensi mistis dengan Sang Pencipta guna secara berkesinambungan dapat terus melestarikan kebersamaanku, menggelorakan genangan perjumpaan denganNya. Sekarang inilah aku sang penjagal kegelapan yang siap untuk menyongsong dunia fana yang semakin hari semakin usang. Dipenuhi oleh setan-setan manusi, binatang jalang yang terus bergentayangan menindas kurcaci lemah sambil mengeruk harta duniawi. Owh, arus ku tentang dengan sapa yang hangat, menyeruak ke dalam mimpi buruk untuk menabur tangan kasih Tuhan yang dapat memberikan karunia tanpa batas. Walau hati ini bias, biarkanlah semua orang tidak mengetahuinya karena aku tidak mau membebaninya dengan ratapan penderitaan yang ada dalam diriku. Biarkanlah, karena senyuman sekitarku sudah cukup menghibur. Aku hanya bisa mencurahkan isi hati kepada Sang Maha Kuasa yang kucinta.<!--more--></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulofpradifta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulofpradifta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulofpradifta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulofpradifta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulofpradifta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulofpradifta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulofpradifta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulofpradifta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulofpradifta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulofpradifta.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=20&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulofpradifta.wordpress.com/2008/12/16/perjamuan-pradifta-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e882315f827b11540ba9d428031f25e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulofpradifta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjamuan Pradifta&#8230;. Part 2</title>
		<link>http://soulofpradifta.wordpress.com/2008/11/25/perjamuan-pradifta-part-2/</link>
		<comments>http://soulofpradifta.wordpress.com/2008/11/25/perjamuan-pradifta-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 08:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulofpradifta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jeritan Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulofpradifta.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Pelampiasan dansa di tengah keremangan dunia malam, mengeluarkan kepulan asap rokok yang keluar dari mulut dan hidung. Gembira semu tuk hilangkan penat. Memunculkan ledakan angkara murka yang menyesali diri sendiri berupa kebencian hidup. Apakah yang dilakukan ini benar atau tidak&#8230;.?
&#8230;..Tidak dapat dibedakan, seperti berada di zona abu-abu ataukah ini hanya dunia khayal yang sedang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=10&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pelampiasan dansa di tengah keremangan dunia malam, mengeluarkan kepulan asap rokok yang keluar dari mulut dan hidung. Gembira semu tuk hilangkan penat. Memunculkan ledakan angkara murka yang menyesali diri sendiri berupa kebencian hidup. Apakah yang dilakukan ini benar atau tidak&#8230;.?<br />
&#8230;..Tidak dapat dibedakan, seperti berada di zona abu-abu ataukah ini hanya dunia khayal yang sedang di impikan di alam bawah sadar oleh seseorang/zat nun jauh disana.<br />
&#8230;..Kan terus bertanya apakah makna hidup ini. Biar bagaimanapun sudah fitrah manusia apabila dia harus mempertanyakan proses ada, berada, &amp; mengada. Berharap jalan hati kan menuntun kepada kemutlakan yang mulia. Itu pasti&#8230;.. Walau meraihnya harus berjalan dengan tertatih. Percuma di berikan akal pikiran jika tidak digunakan untuk berdialektika dengan realitas kehidupan. Jangan sampai kebodohan membayangi insan walau sekecil atom yang kasat mata.</p>
<p>Waktu terus bergulir, udara dingin masih terus menusuk jantung ditemani rintik-rintik hujan. Kakipun masih terus beranjak kesana kemari mengikuti alunan nada, menari, &amp; meliuk-liukkan tubuh dengan lincahnya.<br />
&#8230;..Masih tetap bertanya, bertanya dan bertanya ditengah hingar bingar dentuman musik, mencoba menapaki keresahan bersama angin. Hati kecil berkata&#8230;.. Tenang saja pintu surga kan selalu terbuka bagi orang yang mengaktualisasikan diri dengan bertrasformasi secara radikal untuk menentang arus yang membelenggu. Tak takut dengan maut yang siap datang menyeruduk, karena melalui pembenaran. Inilah prahara cinta. Kegamanganhati yang emosional, denyut jantung yang dipacu dengan cepat dan riak aliran energi aura irfani dibangunkan dari tidur agar di tuntun menuju kesadaran.</p>
<p><span id="more-10"></span>Bukankah ini sebagai tujuan insan cita yang diagung-agungkan yang merupakan kenormalan prinsip ekualisasi ditengah gangguan stimulus. Apakah ini laksana malam Lailatul Qadar? Walaupun hanya semalam akan tetapi merasakan kenikmatan yang tiada tara. Jasadnya hanya bisa mencurahkan isi hati dengan tanpa tau kemana anak panah yang dilepaskan berlabuh&#8230;..Salahkah ini Tuhan pabila hanya ingin bersenang-senang dengan diri sendiri? Tak perlu khawatir senantiasa mengucap kalimat tasbih dan tahmid keimanenanMu. Dikau Maha Tahu Tuhan kalau jasad sedang menghibur jiwa setelah berhari-hari berkutat dengan kesendirian.</p>
<p>Perhatikanlah, unsur hakiki dalam mencapai tujuan aura kasih ialah perkembangan super ego yang memadai dengan internalisasikannya maka seorang diri mengembangkan sejenis struktur internal yang berfungsi menghadiahi dan menghukum apabila pribadi yang bersangkutan bertingkah laku secara tepat atau tidak tepat. Oleh sebab itulah lampiasan ini merupakan sesembahan bagi diri yang tercinta sehingga dengan begitu dapat merasakan nikmat sesaat fatamorgana duniawi yang lekang di makan zaman.</p>
<p>Sambil memuji keheningan diri sebagaimedium terbaik dalam mengartikulasikan diri ke dalam kebenaran sejati. Kata dan pemikiran ini merupakan keyakinan akan keberadaan eksistensi sebagai makhluk individual yang selalu bergelut dengan kesendirian, diri yang terpisah dari realitas sosial lain dimanapun dan kapan pun. Tentu bodoh jika insan mengagungkan luka di hati, sama bodohnya dengan melindungi diri dari sensasi. Akan tetapi biarkan luka kesendirian dihati mengaliri sukma karena pasti akan selalu ada jalan untuk mengobatinya. Tuhan tidak akan membiarkan hambaNya menderita dengan catatan apabila hambaNya senantiasa berdoa dan berikhtiar. Oleh karena itu sekarang &amp; seterusnya maknailah kesepian dan kenyerian di diri ini agar mendapatkan kebahagiaan laksana cerita Maryam yang dijelaskan oleh Jalaluddin Rumi sebagai berikut :</p>
<p>&#8230;..<em>Bila Maryam tidak merasakan rasa nyeri saat melahirkan, dia tidak menuju pohon rahmat. Rasa nyeri membawanya ke pohon itu, dan pohon gundul itu melahirkan buah. Tubuh ini seperti Maryam dan setiap kita memiliki seorang Isa didalamnya. Jika rasa nyeri muncul, Isa kita akan segera lahir. Jika tidak ada nyeri yang timbul, Isa kembali ke asal dengan cara yang sama gaibnya dengan kedatangannya, dan kita akan kehilangan dia dan tak mendapat kegembiraan&#8230;..</em><!--more--></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulofpradifta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulofpradifta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulofpradifta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulofpradifta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulofpradifta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulofpradifta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulofpradifta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulofpradifta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulofpradifta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulofpradifta.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=10&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulofpradifta.wordpress.com/2008/11/25/perjamuan-pradifta-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e882315f827b11540ba9d428031f25e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulofpradifta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjamuan Pradifta</title>
		<link>http://soulofpradifta.wordpress.com/2008/11/15/perjamuan-pradifta/</link>
		<comments>http://soulofpradifta.wordpress.com/2008/11/15/perjamuan-pradifta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 15:34:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulofpradifta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jeritan Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulofpradifta.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Tidak semudah membalikkan telapak tangan, begitu berat beban yang harus dipikul, banyak liku-liku di setiap sisi kehidupan yan harus dihadapi. Jalan terjal dan kasat mata menunggu dengan khidmat bersiap mencengkram diri yang rapuh. Termenung diantara dedaunan gugur disudut sempit di tepi rumah, menanyakan pada diri sendiri, mencoba menghayati apa yang telah dan apa yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=6&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tidak semudah membalikkan telapak tangan, begitu berat beban yang harus dipikul, banyak liku-liku di setiap sisi kehidupan yan harus dihadapi. Jalan terjal dan kasat mata menunggu dengan khidmat bersiap mencengkram diri yang rapuh. Termenung diantara dedaunan gugur disudut sempit di tepi rumah, menanyakan pada diri sendiri, mencoba menghayati apa yang telah dan apa yang akan terjadi kelak. Jiwa terombang-ambing bagai digulung dan diterjam ombak di samudera lepas. Perasaan apakah ini? Inikah yang dinamakan jiwa hampa, Tuhan.</p>
<p>Tubuh ini sepertinya mengalir kekosongan. Hal ini tidak dapat munafikkan, berusaha untuk tidak mempedulikan dan melarikan diri dari semua itu, yang ada hanyalah rentetan masalah yang semakin besar datang dan memenjarakan diri dengan kehampaan. Sendiri, sendiri meratapi diri dalam relung kesepian yang menusuk sukma. Terkadang dalam hati berkata, untuk apa Kau berikan teman bahkan sahabat Tuhan. Jikalau tidak ada satupun yang mau menyusun <em>puzzle </em>yang sedang berserakkan sehingga menjadi utuh kembali menjadi kesempurnaan diri dan mengerti jeritan dan rintihan hati yang sedang rapuh ini.</p>
<p><span id="more-6"></span>Mengapa harus selalu diri yang mengalah dan menjaga perasaan teman atau sahabat bahkan orang lain hahahahahahaha, BODOH. Padahal diri sendiri sakit, menangis dalam hati sambil berusaha tegar dalam beraktifitas tanpa ada orang lain yang mau peduli, sadar akan keberadaan, mengerti bahwa manusia pada dasarnya merupakan makhluk yang mulia. Oleh sebab itulah dia diutus untuk dijadikan khalifah di muka bumi. Akan tetapi mau sampai kapan aku harus menyembunyikan muramnya diri ini, dipaksa untuk memakai topeng dan berada dibalik tirai kedok <em>Tuxedo</em>. Berusaha menghibur diri sendiri dengan tersenyum seakan-akan tidak ada apa-apa, berbuat sebaik mungkin sehingga orang lain senang akan keberadaan diri.</p>
<p>Betapa tersiksanya diri, potret seperti inikah yang diinginkan? Tentu tidak. Bangkit dan tunjukkan cara diri tidak mau berjalan di jembatan Shirotol Mustakim dengan siksaan dan harus menghadapi rambut-rambut silet yang mencoba menggoyahkan agar jatuh ke kubangan neraka jahanam dengan sendiri yang kesepian dan kosong. Diri ini terbang secepat cahaya atau setidaknya berjalan perlahan-lahan tapi pasti menaiki binatang menuju eden kebahagiaan. Tuhan, senantisa diri berdoa dan berikhtiar, berikanlah secercah sinar harapan dengan mukjizatMu agar mengangkat jiwa raga ini dari kubangan lumpur hitam yang melumuri darah.</p>
<p>Secara implisit, bukankah aku ada karena aku berfikir dan bertindak yang sesuai. Sehingga jika tidak begitu maka hidup ini akan seperti mayat hidup. Karena itulah Tuhan, dengan segenap Asmaul Husna yang melekat pada Mu, diri senantiasa berfikir dan bertindak bagaimana caranya agar dapat menjadi orang yang di ridhoi Mu Tuhan. Sekujur jiwa pun senantiasa mengucap doa puji dan syukur kepadaMu Tuhan, bukan karena mengharapkan imbalan dariMu. Tetapi karena Kamu Tuhan. Inikah makna dari makhrifat. Sehingga sedih, sendiri yang diri alami hanyalah merupakan cobaan untuk mencapai kesempurnaan, kebahagiaan yang diri dambakan. Diri teringat sebuah kata bahwa Tuhan tempat muara segala muara yang sungainya mengalir limpahan rahmat dan memberi jalan pada hati yang senantiasa tunduk mengayuh biduk ridhoNya. Diri pun teringat akan seorang tokoh Islam yang bernama Zaid ibn &#8216;Ali ibn Zainal&#8217; Arifin pada saat dia pergi berperang di daerah kufah dengan gigih. Pada saat itu dia bersyair :</p>
<p style="text-align:center;">Kehinaan Hidup dan Kemuliaan Mati</p>
<p style="text-align:center;">Keduanya Makanan dan Wewangian bagiku</p>
<p style="text-align:center;">Jika Mesti Kupilih Salah Satu</p>
<p style="text-align:center;">Jalan Menuju Kematian Jalan Yang Indah.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Oleh sebab itulah diri mengatakan Selamat Datang Realitas Kehidupan. Kan diri kayuh dengan sekuat tenaga demi mencapai kebenaran dan meninggalkan kekelaman. Inikah HIDUP !!!!!!!!!!!</p>
<p><!--more--></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulofpradifta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulofpradifta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulofpradifta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulofpradifta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulofpradifta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulofpradifta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulofpradifta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulofpradifta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulofpradifta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulofpradifta.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulofpradifta.wordpress.com&blog=5434816&post=6&subd=soulofpradifta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulofpradifta.wordpress.com/2008/11/15/perjamuan-pradifta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e882315f827b11540ba9d428031f25e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulofpradifta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>