Kesenangan vs Kenyamanan

Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari kenyamanan yang hakiki, permasalahannya ialah bagaimana berusaha dalam mencari dan mendapatkan kenyamanan tersebut sehingga tidak terjerumus dalam kenyamanan semu yang hanya menawarkan fatamorgana nikmat. manusia terkadang tidak mengetahui antara batas batas kehidupan yang membedakan antara kesenangan dan kenyamanan, karena semua itu menjadi satu hal yang dibungkus oleh perasaaan, akan tetapi sebenarnya berbeda, kesenangan adalah suatu sikap yang lebih mencari kepuasan batin guna memenuhi nafsu yang ada dalam diri, contoh : kesenangan kita mengoleksi  kendaraan, sedangkan kenyamanan ialah mental manusia untuk mendapatkan ketentraman dan ketenangan jiwa, contoh : mendapatkan pasangan hidup, mendapatkan rumah yang disenangi. disinilah letak pentingnya melangkah dalam berpijak guna mencapai kekuatan spiritualitas yang menopang sendi sendi kehidupan sehingga tidak salah dalam melangkah, sungguh miris karena akhir-akhir ini saya melihat banyak generasi muda yang lebih memikirkan nikmat materi tanpa mereka mengetahui apa yang telah mereka lakukan, apakah itu berakibat buruk atau tidak, mereka menyangka bahwa kenikmatan materi itu ialah kesenangan diri mereka sendiri dalam menggapai kenyamanan, padahal mereka salah dalam menafsirkan kesenangan dan kenyamanan tersebut. oleh sebab itu kedepan kita perlu merefleksikan diri dan mengevaluasi jiwa  agar memaknai kehidupan secara baik dan benar sehingga kita tidak terjebak dalam kesesatan kehidupan yang dihasilkan dari efek buruk globalisasi yang menuju pasar bebas. harus ada persiapan khusus untuk generasi muda tersebut dalam menyongsong masa depan yang lebih terarah. sudah tentu keterarahan generasi muda tersebut harus didukung oleh pemeritah dan kaum umara dan ulama, ditakutkan apabila mereka dibiarkan mencari sendiri tanpa ada dukungan maka sama aja membiarkan mereka terjerumus kedalam ketidakpastian seperti anak ayam yang kehilangan induk dan dalam bertindakpun dikhawatirkan mereka hanya menjadi tong kosong nyaring bunyinya. titik itulah yang saya cemaskan, bukan berarti saya sok suci, tapi bukankah saling mengingatkan antar sesama juga merupakan hal yang bermanfaat. minimal yang menilai baik buruknya kita dalam bertindak ialah orang lain. titik pangkal inilah yang saya jadikan pijakan mengapa kesenangan dan kenyamanan itu selalu disalah artikan khususnya oleh generasi muda. ternyata memang banyak dari generasi muda tersebut yang kurang memahami dan tidak siap dengan masa depannnya. semoga kedepan, kita tidak menjadi generasi  yang hilang termakan oleh zaman yang dinamakan globalisasi yang semakin disalah artikan oleh banyak orang ialah suatu paham kebebasan. oleh sebab itu, mereflesikan kata kesenangan dan kenyamanan tersebut menjadi penting agar dapat membedakan mana yang hanya kenikmatan dan mana yang kebutuhan jiwa raga, sehingga kita tidak slah kaprah dalam mengejewantahkannya dalam tingkah laku kita sehari-hari khususnya generasi muda agar tidak menjadi generasi pecundang dalam kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.