Spirituality of Arya
Membebaskan pikiran dari antah berantah, menjelma menjadi manusia hitam putih. Menantang maut dgn segala kebijakannya. Kosong itulah adanya. Bertanya mengenai makna kehidupan yang berujung pada mempertanyakan eksistensi Tuhan. Perasaan apakah ini? Aku tidak tau harus berbuat apa, ketika semua orang sibuk dgn segala urusannya. Aku hanya bertemankan dengan fatamorgana, menjauh, menyepi, dan sendiri berbuat sesuka hati tanpa mengindahkan norma yg berlaku. Kepuasan batin itulah jawabannya. Uwh, ku tertawa terbahak-bahak, menertawai diri sendiri, sungguh menyedihkan melihat pergulatan diri ini. Akankah ada yg tersingkirkan dgn tingkah laku ku. Aku tidak tau, krn semua berjalan dgn apa adanya, terlanjur untuk di lakukan dan tidak bisa berhenti apalagi bimbang dalam melakukannya hahaha. Ini hanya akan membuat hancur hidup ku…… Peduli setan dgn semuanya, akan ku tanggung setiap resiko terhadap tingkah laku yg ku perbuat. Bukankah itu yg dinamakan dgn pertanggung jawaban? Keras kepala memang, tapi itulah aku, menerobos setiap sekat-sekat kehidupan yang menjadi jalan paradoks bagiku. Walau jiwa raga tersiksa, tapi mau apa lagi bukankah sudah terbiasa dgn yg namanya penderitaan. Toh, tidak ada yg peduli juga kan? ingin melarikan diri, tapi apakah akan menyelasaikan setiap permasalahan? yang ku tahu sekarang ini hanyalah HAMPA, bertemankan ruang kosong kelabu yang menggerogoti naluri. Tuhan inikah cobaan untuk meninggikan aspek spiritualitas kepadaMu? Sama halnya ketika Kau menguji setiap Nabi2 utusanMu terdahulu dgn berbagai cobaan demi menguji kepatuhannya kepadaMu. Lihatlah kisah Adam, Yusuf, Ibrahim sebagai contoh klasik untuk menjadi panutan dlm kesuksesan menggapai aspek spiritual maha tinggi kepadaMu, Tuhan. Aku tahu, aku bukan Nabi, tapi setidak-tidaknya, ditengah kehampaan Hitam Putih ini aku masih dapat menemukan secercah harapan untuk bangkit menjadi pribadi yg sempurna di mataMu Tuhan. biarkanlah semua sifat yg berada dalam jiwa ini bercampur menjadi satu kesatuan karunia yg dapat berguna bagi hajat hidup orang banyak. Kesepian dalam kehitaman dapat terbalaskan dgn kebahagiaan dalam keputihan dan mencapai penyatuan hidup dgn Mu Tuhan. Sehingga dgn begitu aku dapat tenang menjalani kehidupan ini dgn sebuah kenyamanan yg menggema di dadaku. Tak peduli dengan hinaan orang krn yg kubutuhkan hanyalah melewati lintas batas kehidupan demi mengejar menjadi manusia Rahmatan Lil Alamin. Jejak langkah dalam setiap resolusi kehidupan kan ku dedikasikan kepada agama, bangsa dan negara untuk kedamaian yg di cita-citakan laksana kedamaian yg di ciptakan Rasulullah SAW ketika mendirikan kota Madinah dulu. Jadi, hadapi beban dgn Ikhlas!!!!!!