Perjamuan Pradifta…. Part 2
Pelampiasan dansa di tengah keremangan dunia malam, mengeluarkan kepulan asap rokok yang keluar dari mulut dan hidung. Gembira semu tuk hilangkan penat. Memunculkan ledakan angkara murka yang menyesali diri sendiri berupa kebencian hidup. Apakah yang dilakukan ini benar atau tidak….?
…..Tidak dapat dibedakan, seperti berada di zona abu-abu ataukah ini hanya dunia khayal yang sedang di impikan di alam bawah sadar oleh seseorang/zat nun jauh disana.
…..Kan terus bertanya apakah makna hidup ini. Biar bagaimanapun sudah fitrah manusia apabila dia harus mempertanyakan proses ada, berada, & mengada. Berharap jalan hati kan menuntun kepada kemutlakan yang mulia. Itu pasti….. Walau meraihnya harus berjalan dengan tertatih. Percuma di berikan akal pikiran jika tidak digunakan untuk berdialektika dengan realitas kehidupan. Jangan sampai kebodohan membayangi insan walau sekecil atom yang kasat mata.
Waktu terus bergulir, udara dingin masih terus menusuk jantung ditemani rintik-rintik hujan. Kakipun masih terus beranjak kesana kemari mengikuti alunan nada, menari, & meliuk-liukkan tubuh dengan lincahnya.
…..Masih tetap bertanya, bertanya dan bertanya ditengah hingar bingar dentuman musik, mencoba menapaki keresahan bersama angin. Hati kecil berkata….. Tenang saja pintu surga kan selalu terbuka bagi orang yang mengaktualisasikan diri dengan bertrasformasi secara radikal untuk menentang arus yang membelenggu. Tak takut dengan maut yang siap datang menyeruduk, karena melalui pembenaran. Inilah prahara cinta. Kegamanganhati yang emosional, denyut jantung yang dipacu dengan cepat dan riak aliran energi aura irfani dibangunkan dari tidur agar di tuntun menuju kesadaran.
Bukankah ini sebagai tujuan insan cita yang diagung-agungkan yang merupakan kenormalan prinsip ekualisasi ditengah gangguan stimulus. Apakah ini laksana malam Lailatul Qadar? Walaupun hanya semalam akan tetapi merasakan kenikmatan yang tiada tara. Jasadnya hanya bisa mencurahkan isi hati dengan tanpa tau kemana anak panah yang dilepaskan berlabuh…..Salahkah ini Tuhan pabila hanya ingin bersenang-senang dengan diri sendiri? Tak perlu khawatir senantiasa mengucap kalimat tasbih dan tahmid keimanenanMu. Dikau Maha Tahu Tuhan kalau jasad sedang menghibur jiwa setelah berhari-hari berkutat dengan kesendirian.
Perhatikanlah, unsur hakiki dalam mencapai tujuan aura kasih ialah perkembangan super ego yang memadai dengan internalisasikannya maka seorang diri mengembangkan sejenis struktur internal yang berfungsi menghadiahi dan menghukum apabila pribadi yang bersangkutan bertingkah laku secara tepat atau tidak tepat. Oleh sebab itulah lampiasan ini merupakan sesembahan bagi diri yang tercinta sehingga dengan begitu dapat merasakan nikmat sesaat fatamorgana duniawi yang lekang di makan zaman.
Sambil memuji keheningan diri sebagaimedium terbaik dalam mengartikulasikan diri ke dalam kebenaran sejati. Kata dan pemikiran ini merupakan keyakinan akan keberadaan eksistensi sebagai makhluk individual yang selalu bergelut dengan kesendirian, diri yang terpisah dari realitas sosial lain dimanapun dan kapan pun. Tentu bodoh jika insan mengagungkan luka di hati, sama bodohnya dengan melindungi diri dari sensasi. Akan tetapi biarkan luka kesendirian dihati mengaliri sukma karena pasti akan selalu ada jalan untuk mengobatinya. Tuhan tidak akan membiarkan hambaNya menderita dengan catatan apabila hambaNya senantiasa berdoa dan berikhtiar. Oleh karena itu sekarang & seterusnya maknailah kesepian dan kenyerian di diri ini agar mendapatkan kebahagiaan laksana cerita Maryam yang dijelaskan oleh Jalaluddin Rumi sebagai berikut :
…..Bila Maryam tidak merasakan rasa nyeri saat melahirkan, dia tidak menuju pohon rahmat. Rasa nyeri membawanya ke pohon itu, dan pohon gundul itu melahirkan buah. Tubuh ini seperti Maryam dan setiap kita memiliki seorang Isa didalamnya. Jika rasa nyeri muncul, Isa kita akan segera lahir. Jika tidak ada nyeri yang timbul, Isa kembali ke asal dengan cara yang sama gaibnya dengan kedatangannya, dan kita akan kehilangan dia dan tak mendapat kegembiraan…..
November 26, 2008 at 6:56 am
lagi-lagi copy paste bruakakkakakakaakak!!!