Satu hal yg gw tau ketika terbangun dari tidur ialah, teringat akan yang namanya persahabatan. Entah kenapa, gw agak khawatir mendengar kata-kata itu. Alasannya, jalinan komunikasi yang akhir-akhir ini agak tersendat antara gw dan temen-temen. Ceritanya di awali ketika dulu kelas 3 SMA di daerah bilangan Kemang, gw bersama 3 orang sahabat gw yang berinisial EH, RA, IM merajut pertemanan hingga sekarang, yang awalnya cuma sekedar jalan bareng ke BLOK M untuk nyari kaset. Kita berempat mempunyai karakter yang berbeda.
RA yang mempunyai karakter pendiam tapi agresif, EH yang cuek sama sekelilingnya apalagi kalo udah menyentuh komputer, IM sang pujangga kita yang kadang berlebihan dan gw yang mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi, tapi sensitif hehehehe. Semuanya terjalin sedemikian rupa hingga setiap minggunya kita mesti ngusahain ketemu walopun cuma sekedar ngobrol-ngobrol. Kita mempunyai harapan, kalo kelak salah satu dari kita ada yang nikah maka wajib di kasih kado bergilir yang akan di simpan sama orang yang nikahnya paling terakhir di antara kita hahahaha, lucu juga kalo ngenang masa lalu sampe hal yang paling kecil aja di perhatiin dan mengundang perdebatan, bahkan nggak jarang kita ngambek-ngambekan tapi kalo masalahnya udah selesai, abis itu baikan lagi. Read more »
Aku dan Persahabatan
Posted in My DaY on April 5, 2009 by soulofpradiftaMuAk……..
Posted in My DaY on March 1, 2009 by soulofpradiftaudah lama ga ngisi blog, krn sibuk sm diri sendiri. pastinya sih males, he3. uwh pagi2 gini dah browsing internet. mpe lupa sarapan. by the way, gw lg muak akhir2 ini sama wajah perpolitikan Indonesia dari terbunuhnya ketua DPRD di SUMUT beberapa waktu lalu mpe kampanye2 para CALEG yg menurut gw justru hampir semuanya menunjukan kadar ketidaklayakan mereka untuk dpilih menjadi anggota parlemen. semua itu dibalut atas nama Demokrasi yg dpt di artiin dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. dalam hati gw berfikir apakah kl kita ingin membentuk daerah yg otonom kita harus sampai mengorbankan Ketua DPRD hingga dia meninggal. jikalau begitu bukankah kita telah mencemarkan nama baik Demokrasi. suka tidak suka dalam sebuah sistem politik demokrasi, lembaga parlemen merupakan pengejewantahan aspirasi Rakyat. jadi apabila lembaga tersebut di nodai oleh suatu tindakan Anarkis, hampir dapat dipastikan bahwa tindakan tersebut telah membuat catatan hitam kepada sistem perpolitikan di Indonesia. apalagi hal tersebut telah memakan korban seorang ketua DPRD yg merupakan simbol kekuasaan lembaga tertinggi di tingkat Daerah. dari sini aj gw rasa orang2 yg bertindak anarkis tersebut tidak mengerti akan nilai2 Demokrasi. lalu bagaimana mungkin orang yg telah memperjuangkan suatu daerah dengan cara anarkis dapat dibiarkan memimpin suatu daerah tersebut. bukankah dari sini dapat terlihat bahwa perjuangan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi agar mendapatkan kekuasaan di suatu daerah baru yg mereka perjuangkan. sunguh sangat memuakkan. ditambah lagi cara bagaimana para CALEG dalam berkampanye yg ga menunjukan kewibawaannya sebagai seorang calon pemimpin. liat aja dijalan2 protokoler dimana2 jalanan itu dipenuhi oleh spanduk2 CALEG yg menurut gw cuma ngotor2in jalanan aja. udah macet ditambah lagi mesti ngeliat tampang2 para CALEG yg dari senyumnya aja keliatan dipaksain. bukannya malah seneng malah tambah pengap gw ngeliatnya. hahahhaa, jadi dari sini apakah Demokrasi kita merupakan Demokrasi ngotorin jalanan. kasian banget tuh Demokrasi selalu jadi kambing hitam yg digunakan individu atau sekelompok orang yg haus kekuasaan untuk mendapatkan kekuasaan. alangkah lebih baiknya jikalau Individu atau kelompok itu lebih menekankan kegiatan guna berkarya demi kemajuan rakyat contohnya membuat pelatihan2 sosialauntuk membimbing rakyat kecil agar mereka cerdas bukannya malah di kasih uang untuk memobolisasi massa untuk tujuan tertentu. udah ah ngomongin politik ga ada abisnya, nti aj dterusin lagi. sekarang gw mau sarapan trus mandi biar ga dicerewetin sama Neeboo, hehehehehe. setelah itu baru memulai aktivitas kehidupan lagi walau sekarang ini hari libur. lebih baik memulai hari dengan cara beraktivitas yg positif daripada hanya duduk diam sambil bermalas2an drmh…….
Perjamuan Pradifta…. Part 3
Posted in Jeritan Suara Hati on December 16, 2008 by soulofpradiftaTerbujur kaku, tanpa mengerti semua yang telah terjadi. Yang ada hanya tatapan penuh kesinisan melihat berbagai macam bentuk & produk yang dihasilkan dari kapitalisme. Betul, diri bukan sosialisme, komunisme, fundamentalisme, fascisme, dan segala macam isme-isme lainnya. Aku adalah aku yang akan terus bereksperimen dengan substansi dari akar sebuah kehidupan. Walaupun kadang hal itu membuat derita yang dirasakan batin, tapi tetap aku akan selalu tersenyum manis menjalaninya. Perjalanan sakral ini tidak semata-mata merupakan rangkaian realita di mana kontraksi-kontraksi timbul dan dipecahkan oleh kreativitas yang produktif. Akan tetapi hal ini memiliki rancangan intrinsik atau tujuan, yaitu sebuah hasrat untuk membentuk eksistensi seseorang menjadi keseluruhan yang penuh arti dan benar-benar luas yang akan memberikan kesatuan dan keutuhan sempurna bagi hidup aku. Lihatlah langit yang biru, bulan hanya mengintip dengan malunya ke arahku, dan bintang-bintang pun hanya memamerkan cahaya dibalik rasinya. Untuk apa semua itu???? Toh tidak dapat membahagiakanku. Sering terngiang ditelinga, para pujangga, sufi atau novelis mendefinisikan semua itu dengan lantang akan keindahannya, sampai-sampai kita terpana dan terhibur. Apakah benar semua itu ???
Perhatikanlah, walau adzan Shubuh kan berkumandang sebentar lagi, tetap tak bisa membuatku rindu akan belaian kemolekan mereka, yang ada hanya terus mempertanyakan makna dari sebuah eksistensi yang memperkosa diri secara berulang-ulang. Suatu perasaan mencekam yang dipenuhi oleh bumbu rahasia dihadapan friksi duniawi yang kejam dan khayalan belaka. Memang tak mudah untuk dipahami akan konjungsi-konjungsi didalam diri, yang bisa dilakukan ialah berkompromi dalam menghadapi tuntutan kompleksitas. Variabel yang membentuk peranan sentral jiwa yang sedang kelam, seperti sekarang ini. Aku memang bukan malaikat tetapi aku pun bukan iblis, lalu apakah aku manusia???
Perjamuan Pradifta…. Part 2
Posted in Jeritan Suara Hati on November 25, 2008 by soulofpradiftaPelampiasan dansa di tengah keremangan dunia malam, mengeluarkan kepulan asap rokok yang keluar dari mulut dan hidung. Gembira semu tuk hilangkan penat. Memunculkan ledakan angkara murka yang menyesali diri sendiri berupa kebencian hidup. Apakah yang dilakukan ini benar atau tidak….?
…..Tidak dapat dibedakan, seperti berada di zona abu-abu ataukah ini hanya dunia khayal yang sedang di impikan di alam bawah sadar oleh seseorang/zat nun jauh disana.
…..Kan terus bertanya apakah makna hidup ini. Biar bagaimanapun sudah fitrah manusia apabila dia harus mempertanyakan proses ada, berada, & mengada. Berharap jalan hati kan menuntun kepada kemutlakan yang mulia. Itu pasti….. Walau meraihnya harus berjalan dengan tertatih. Percuma di berikan akal pikiran jika tidak digunakan untuk berdialektika dengan realitas kehidupan. Jangan sampai kebodohan membayangi insan walau sekecil atom yang kasat mata.
Waktu terus bergulir, udara dingin masih terus menusuk jantung ditemani rintik-rintik hujan. Kakipun masih terus beranjak kesana kemari mengikuti alunan nada, menari, & meliuk-liukkan tubuh dengan lincahnya.
…..Masih tetap bertanya, bertanya dan bertanya ditengah hingar bingar dentuman musik, mencoba menapaki keresahan bersama angin. Hati kecil berkata….. Tenang saja pintu surga kan selalu terbuka bagi orang yang mengaktualisasikan diri dengan bertrasformasi secara radikal untuk menentang arus yang membelenggu. Tak takut dengan maut yang siap datang menyeruduk, karena melalui pembenaran. Inilah prahara cinta. Kegamanganhati yang emosional, denyut jantung yang dipacu dengan cepat dan riak aliran energi aura irfani dibangunkan dari tidur agar di tuntun menuju kesadaran.
Perjamuan Pradifta
Posted in Jeritan Suara Hati on November 15, 2008 by soulofpradiftaTidak semudah membalikkan telapak tangan, begitu berat beban yang harus dipikul, banyak liku-liku di setiap sisi kehidupan yan harus dihadapi. Jalan terjal dan kasat mata menunggu dengan khidmat bersiap mencengkram diri yang rapuh. Termenung diantara dedaunan gugur disudut sempit di tepi rumah, menanyakan pada diri sendiri, mencoba menghayati apa yang telah dan apa yang akan terjadi kelak. Jiwa terombang-ambing bagai digulung dan diterjam ombak di samudera lepas. Perasaan apakah ini? Inikah yang dinamakan jiwa hampa, Tuhan.
Tubuh ini sepertinya mengalir kekosongan. Hal ini tidak dapat munafikkan, berusaha untuk tidak mempedulikan dan melarikan diri dari semua itu, yang ada hanyalah rentetan masalah yang semakin besar datang dan memenjarakan diri dengan kehampaan. Sendiri, sendiri meratapi diri dalam relung kesepian yang menusuk sukma. Terkadang dalam hati berkata, untuk apa Kau berikan teman bahkan sahabat Tuhan. Jikalau tidak ada satupun yang mau menyusun puzzle yang sedang berserakkan sehingga menjadi utuh kembali menjadi kesempurnaan diri dan mengerti jeritan dan rintihan hati yang sedang rapuh ini.